Pages

Showing posts with label GIVEAWAY. Show all posts
Showing posts with label GIVEAWAY. Show all posts

Penerimaan Paket #GiveAwayUlwan “Andai Aku SarungMan”

Huwah! Setelah terhimpit oleh rutinitas yang bisa di bilang “baru”, akhirnya aku kembali  bertemu dengan simbol pensil di Blogger. Aaaak! Senangnyaaa!

Apa kabar kawan? Apa kamu baik saja? Bagaimana kabar hatimu?

Oke. Aku mau posting tentang penerimaan paket lagi nih. Eits, aku nggak bermaksud buat pamer loh. Awalnya, dulu aku pernah kehabisan ide buat nulis. Padahal aku lagi berusaha konsisten nulis blog. Jadilah aku post tentang penerimaan paket giveaway yang kebetulan waktu itu baru sampai. Ya anggap saja buat menuh-menuhin blog yaa #oke sip.

Nah, paket ini sudah aku terima sekitar seminggu yang lalu. Waktu itu aku baru pulang Prakerin dan menemukan seonggok – bingkisan – terbungkus kertas kado – bergambar kucing unyu – di depan TV. Dan apa yang aku lakukan? Aku langsung ngambil kamera, keluar rumah, dan motret tuh paket di teras rumah. Kenapa motretnya di teras? Ya terserah aku dong. Aku yang motret kok kamu yang protes. Setelah di potret, aku baca dulu surat tanda (apa sih namanya? Oke kita sebut saja surat tanda pengiriman dan penerimaan paket) pengiriman dan penerimaan paket. Lalu aku buka deh bingkisannya. Dan kamu tau apa yang terjadi?

Gantungan kuncinya di minta adikku – Hasna. Dan doraemonnya diminta Fathan – adikku yang paling kecil. Dia tanya, kenapa cuma doraemonnya, kenapa nggak ada nobitanya. Hadeh, itu dapat dari Ulwan, nak. Mas, minta nobitanya dong #modus
Sedangkan aku dapat bukunya, Si Juki Cari Kerja sama Tak Kemal Maka Tak Sayang. Dua buku itu sudah selesai aku baca #horeee

Yap. Akhir kata, aku mau ngucapin terimakasih sama Mas Ulwan. Dan yang belum baca kisah SarungMan, bisa dibaca DISINI. Dan ini  dia penampakannya.






Penerimaan Paket GiveAway Al Dente


Setelah beberapa hari disibukkan dengan kegiatan lebaran, mulai dari berkunjung ke rumah mbah, silaturahmi ke sanak saudara, sampai ke rumah beberapa (baca: dua) teman. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan prakerin mulai tanggal 1 Agustus kemarin. Kata orang, masih bau-bau lebaran kok udah berangkat? Yah, itu sudah resiko seorang pelajar SMK yang mengejar pengalaman (baca: nilai). Dan akhirnya aku bisa nulis lagi. Yeee~

Nah, tanggal 2 Agustus kemarin saat aku baru pulang prakerin, Bapak ngasih bingkisan ke aku. Kamu tau apa isi bingkisannya? Yap. Sebuah novel karya Helvira Hasan – Al Dente. Novel terbitan GagasMedia ini, aku dapat waktu ikut giveaway di goodreads.com. Pemenang giveaway tersebut dipilih secara random. Jadi, siapa yang beruntung, dia yang menang. It’s so simple. Setelah aku dapat bingkisan itu, aku langsung memasukkannya ke dalam tas. Nggak langsung aku buka, soalnya waktu itu aku masih di rumah mbah. Yah aku menggunakan alamat rumah mbah di paketan itu. Aku baru membukanya saat aku sudah dirumah dan tentu saja sudah memotretnya.


Belum Menetas

Sudah Menetas

Pertengahan bulan Juli, aku dapat pesan dari Vira Cla – nama panggilan lain dari sang penulis – katanya, aku menang giveaway Al Dente dan minta nomor teleponku untuk keperluan pengiriman. Aku baru baca pesan itu beberapa hari setelah pesan itu di kirim. Tentu saja aku langsung balas pesan itu.

Dan pagi ini, aku bangun dengan mata berat. Aku ngantuk. Yap. Semalam aku tidur larut karena membaca novel tersebut sekaligus – menunggu. Menunggu apa? Atau siapa? Ah, kamu terlalu kepo untuk tau itu. Akibatnya, aku masih ngantuk saat bangun pagi dan aku mendapati mataku dalam keadaan bengkak dan di kelilingi lingkaran hitam layaknya kuntilanak di film-film horror. Oh no!


#GiveAwayUlwan “Andai Gue #SarungMan”

Sebenernya aku juga bingung. Ini harusnya disebut Sarung Man atau Sarung Women. Lho kok gitu? Iyalah, aku kan cewek. Perempuan. Wanita. Tulen. Bagaimana bisa aku disebut “man”? Bagaimana ini? Bagaimana ini? Oke stop, jangan bahas ini. Anggap saja aku Sarung Man. Disini aku bermaksud untuk menghibur  dan aku harap kamu tidak kabur karena ceritanya agak ngawur *HALAH APAAN SIH INI. Disini aku mau ikutan giveaway yang diadain Ulwan. “Apa yang lo lakuin kalo lo jadi #SarungMan?” Penasaran? Cekidot~

Pernah nggak sih kamu berandai-andai jadi heroes? Iya heroes. Pahlawan. Wuih keren nggak tuh? Keren dong pasti. Nah kalo aku jadi Sarung Man, aku bakal jadi pahlawan dalam bidang asmara. Jadi dokter cinta. Aku bakal menghilangkan kegalauan, mengobati hati yang tersakiti, hati yang tergores oleh luka, hati yang teroyak, hati yang teriris tipis, hati yang remuk redam, sampai hati yang dijadiin sambel goreng, membantu insan-insan membuka hatinya kembali alias move on, dan membantu mereka menemukan cinta baru (baca: biro jodoh).

Kenapa sih aku mau jadi dokter cinta? KENAPA? MASIH AJA TANYA KENAPA? Dari sekian banyak penyakit yang ada di dunia baik di dunia flora maupun dunia fauna serta dunia manusia yang fana ini, salah satu penyakit yang banyak menjangkit insan-insan muda saat ini adalah kegalauan. Galau. Kata tersebut tentu sudah nggak asing di telinga kita. Kenapa galau itu harus dihilangkan? Karena galau itu nggak enak meskipun nikmat. Iya nikmat. Kenapa hati yang tersakiti perlu diobati? Ada yang bilang “Skinned knees are easier to fix than broken heart” yang artinya “Lutut yang terluka lebih mudah di sembuhkan daripada hati yang tersakiti alias patah hati”. Menurut aku, ungkapan itu benar. Patah hati itu nggak enak. Di saat aku lagi jatuh cinta, terus tiba-tiba hati aku di patahin gitu aja. Sakit mamen. Sakit~ Aku udah berusaha menjauh biar bisa move on, tapi nyatanya sampe sekarang aku nggak bisa move on dan akhirnya si doi balik lagi sama aku *UHUK UDAH AH CURHATNYA

Di suatu kasus, aku lagi jalan-jalan di taman yang banyak ditumbuhi pepohonan, suara burung-burung kecil bersahutan mengiringi langkahku serta kupu-kupu yang menari-nari menikmati semerbaknya  aroma bunga (ala sinetron-sinetron) dan aku melihat sepasang muda-mudi sedang bertengkar. Kemudian sang pemuda pergi meninggalkan sang gadis yang sedang menangis. Sebagai seseorang yang baik hati, tidak sombong, rajin menabung, dan berjiwa pahlawan, naluri aku sebagai Sarung Man pun muncul. Setelah berganti kostum, aku pun segera menghampiri gadis tersebut. Aku meredakan tangisnya, menenangkan hatinya, serta menghilangkan kegalauannya. Ternyata sang gadis tidak mau lagi kembali kepada sang pemuda karena sudah terlalu banyak disakiti. Aku pun membantunya menemukan cinta baru, memperkenalkan pemuda-pemuda lain, serta membantu menyiapkan date mereka. Dan akhirnya sang gadis menemukan pasangan barunya.


#SarungMan


Penerimaan Paket #SuratCintaKK

“Selamat sore ibu nabila kami dari JNE TGL. Mau tanya alamat lengkapnya. Terimakasih”

Itu message dari JNE Tegal. Ya ampun, masa iya aku dipanggil ibu? Masih pelajar mbak, masih pelajar mas. By the way, minggu lalu paketan dari Kancut Keblenger sudah saya terima. Paketan ini hadiah #SuratCintaKK. Udah baca belum surat aku? Kalo belum, baca disini KLIK tapi maaf, tata letaknya absurd. Terimakasih KK.

Hari Sabtu, pulang sekolah - sekitar jam 12.30 aku ngambil paketan ke JNE sama @Zamghoni_M. Aku siapin kartu pelajar, barangkali butuh tanda pengenal (maklum, belum punya KTP). Sehari sebelumnya, aku sempat searching alamatnya JNE. Tapi aku cuma sekedar liat nama jalannya, alias enggak liat alamatnya secara lengkap. Kebetulan JNE masih satu jalan sama sekolahku. Meskipun masih satu kawasan, tapi  aku enggak tau letak JNE secara pasti. Aku cuma pernah liat pas naik elep (mini bus). Jadi, kami sempet bolak-balik nyari JNE. Setelah muter-muter, akhirnya ketemu juga.

Begitu masuk, aku langsung ke meja pengambilan paket. Mbak-mbak yang disitu tanya nomor resinya. Aku bingung – enggak tau berapa nomor resinya. Akhirnya cuma disuruh nyebutin nama sama alamatnya aja. Dan aku dapat paketannya yee~

Si Zam bilang “Itu difoto terus dimasukin blog woh nas.”
“Iya, emang udah rencana gitu” aku jawab gitu

Habis ngambil paketan, kami ke sekolah lagi karena ada tugas yang belum selesai dan harus dikumpulin hari itu juga. Begitu sampai di sekolah, temen-temen pada tanya,

“Apa itu bil?” | “Paketan”

“Dari siapa?” | “Kancut Keblenger”

“Hah? Kancut? Nanti lha isine kancut” | “Haha iya ndean yah”

Setelah tugas selesai, aku pulang ke rumah naik elep. Begitu sampe, aku foto paketannya terus aku buka. Ini dia penampakannya



Masih terbungkus


Sudah terlihat wujudnya


My Lope Lope Everything, Kancut Keblenger #SuratCintaKK

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS