Pages

DUNG: Buku atau Novel Apa yang Membuatmu Menyerah?

sumber
Kemarin aku blogwalking dan mampir ke situs ini. Dan dari situ, aku jadi ingin ikutan untuk sharing tentang “Buku/novel apa sih yang bikin kamu menyerah untuk membacanya? Dan apa alasannya?”

Kalau aku sendiri sih, buku yang bikin aku nyerah baca, pastinya buku pelajaran, modul, dan kawan-kawan sejenisnya. Udah gitu bukunya gede-gede, tebal-tebal +  isinya bikin pusing. Hoho mahasiswi macam apa aku ini. Kalau novel sih, kayaknya banyak deh yang cuma dibaca sinopsisnya atau halaman pertamanya sudah langsung nyerah, nggak minat buat baca tapi aku nggak ingat judul-judulnya. Jadi bukunya langsung dibalikin ke rak perpustakaan. Maklum, dulu jadi anak irit rajin jadi baca + pinjam bukunya diperpustakaan. Yang paling aku ingat ada beberapa novel yang bikin aku menyerah buat bacanya:

sumber
1.      Laskar Pelangi – Andrea Hirata

Awalnya sih semangat banget buat baca buku ini karena waktu itu buku ini lagi booming banget. Sudah dibikin filmnya juga. Eh baru baca sepertiga atau setengah buku saja sudah mulai males bacanya. Tapi tetap saja aku paksain buat nerusin baca. Dan alhasil tetap nggak selesai. Nyerah. Nggak paham jalan ceritanya. Entah itu karena bahasanya yang susah dipahami, atau terlalu banyak tokoh, atau aku yang nggak fokus bacanya. Yang pasti bukan karena bukunya tebal yah, soalnya aku pernah baca buku The Hunt For Atlantis, lupa siapa penulisnya. Bukunya tebal tapi sanggup aku habisin soalnya ceritanya menarik.



      2.      Cintaku Untuk Si Mata Indah – Sri Rokhati
Novel ini mengangkat kisahnya Pak Habibie dan Ibu Ainun. Aku baca cuma sampai setengah buku. Setelah itu sudah nggak sanggup baca lagi, sudah nggak minat buat nerusin baca. Sebenarnya jalan ceritanya cukup menarik, hanya cara penulisannya saja yang kurang, itu sih menurut aku yah. Jadi setelah dua bulan berusaha baca novel ini, akhirnya aku nyerah dan novelnya aku kembaliin ke pemiliknya. Ya ampun, pinjem novel sampai dua bulan nggak dikembaliin-kembaliin.
      3.      SeniorMoon: Dengan Kekuatan Senior Akan Menghukummu – Airra Nugie
Aku suka ide ceritanya karena secara garis besar aku juga ngalamain yang namanya “kekuasaan senior” jadi aku tertarik beli buku ini, sudah gitu ada diskonnya hoho. Sempat males baca sih gara-gara ada beberapa kata atau kalimat yang terlalu vulgar menurutku dan masih agak tabu. Tapi tetap aku baca sampai habis karena aku harus bikin sinopsis dari novel ini untuk tugas sekolah. Kalau mau baca sinopsisnya ada disini


Nah itu beberapa buku yang bikin aku nyerah. Kalau kamu, buku/novel apa yang membuatmu menyerah?

DUNG: 9 Tanda Selingkuh Hati

sumber
Halo para “taken-er”. Gimana kabarmu? Sehat? Apakah pasanganmu juga sehat? Semoga saja begitu. Sebagai seseorang yang sudah memiliki pasangan alias taken, sudah sepatutnya saling menjaga hati satu sama lain. Nah, apa kamu sudah menjaga hatimu dari godaan-godaan di luar sana? Apa kamu sudah bisa menjaga hati pasanganmu? Yakin nih kamu nggak selingkuh?

Selingkuh adalah istilah yang umum digunakan terkait perbuatan atau aktivitas yang tidak jujur dan menyeleweng terhadap pasangannya, baik pacar atau suami isteri. Istilah ini umumnya digunakan sebagai sesuatu yang melanggar kesepakatan atas kesetiaan hubungan seseorang. Motivasinya adalah untuk mendapatkan keuntungan yang tidak adil dalam situasi kompetitif. - https://id.wikipedia.org/

Selama ini mungkin istilah selingkuh yang kita kenal akan mengarah ke fisik, seperti menjalin komitmen dengan orang lain yang bukan pasangannya. Penyebab selingkuh sendiri ada bermacam-macam, seperti mulai bosan dengan rutinitas sehari-hari atau dengan pasangan kamu. Namun sekarang, selingkuh jadi meluas, bahkan ada yang namanya selingkuh hati. Gimana sih selingkuh hati itu? Jadi, seolah-olah fisik kamu ada bersama pasanganmu tapi hatimu bersama orang lain. Nah, ini dia tanda-tanda selingkuh hati.

1.      Perubahan Perilaku
Kamu jadi sangat ramah dengan orang tersebut, bahkan dekat dengannya. Namun, ketika kamu sedang bersama dengan pasanganmu, kamu menjaga jarak dengan orang tersebut dan tidak ingin membahas mengenai orang tersebut dengan pasanganmu.

2.      Tidak Perhatian pada Pasangan
Memang sih, nggak ada peraturan yang mengharuskan kamu perhatian dengan pasanganmu. Namun, jika kamu mendadak tidak perhatian lagi dengan pasanganmu dan bahkan kamu lebih perhatian dengan orang lain, bisa jadi kamu sedang selingkuh hati.

3.      Sering Memikirkan Orang Lain
Dimanapun, kapanpun, dan apapun yang sedang kamu lakukan, kamu sering memikirkan orang lain. Khawatir pada orang lain, bahkan mulai cuek dengan pasangan. Aduh hati-hati yaa.

4.      Antusias Membalas SMS atau Chat dari Dia
Kamu menjadi sangat antusias  dan membalas dengan cepat SMS/chat dari orang lain, bahkan kamu sangat menantikan SMS/chat dari orang tersebut.

5.      Selalu Merasa Perlu Berkomunikasi Dengannya
Sehari saja kamu nggak berkomunikasi dengan dia, kamu akan merasa ada sesuatu yang hilang sehinggan perlu berkomunikasi dengannya.

6.      Selalu Mengharapkan Perhatian Darinya
Kamu menginginkan dia perhatian denganmu. Bahkan kamu nggak suka atau merasa risih jika dia memperhatikan orang lain.

7.      Menceritakan Semua Hal Padanya
Kamu lebih memilih menceritakan kesukaanmu, keluh kesahmu, masalahmu, juga rahasiamu padanya, yang pasanganmu bahkan nggak tahu tentang semua itu. Dan ketika kamu ada masalah, dialah orang yang pertama tahu, bukan pasanganmu.

8.      Meyakinkan Diri Sendiri Bahwa Hanya Sebatas Teman
Kamu sering meyakinkan dirimu bahwa kalian hanyalah sebatas teman karena kamu nggak berani mengakui kalau kamu sebenarnya menyukainya.

9.      Pacar Seperti Orang Asing
Nah, kalau sudah begini, pacar seolah-olah menjadi orang asing dalam kehidupanmu.

Yah, itu beberapa tanda selingkuh hati. Apa kamu ada diantara ciri-ciri tersebut? Bagaimanapun, setia itu lebih menantang loh. Kayak aku gini nih, setia. Setia menjomblo.

DUNGTUBE: StopMotion Kesempurnaan Cinta Rizky Febian

DUNG: 2016, Akankah Lebih Baik?

Hopla! Nggak kerasa sudah ganti tahun. Siapa yang tadi malam ngerayain tahun baru hayuh? Nah kalau kamu ngerayain tahun baru, mau nggak bantuin aku? Jadi ceritanya gini, aku dapat tugas fotografi human interest yang temanya semarak tahun baru 2016. Ya ampun liburan masih saja dikasih tugas? Maklum, namanya juga mahasiswa, hiks. Niatnya sih sore harinya aku mau ambil foto tapi ternyata kameranya di bawa Bapak ke Batang. Terus aku pinjam kamera di temennya La, niatnya malam tahun baru aku mau keluar, berburu foto buat tugas mata kuliah fotografi, eh ternyata aku malah nggak dibolehin keluar sama Ibu. And finally, aku cuma dirumah, nggak kemana-mana. Sempat kesel juga sih, tapi ya mau gimana lagi. La sudah baik banget mau minjamin aku kamera ke temennya, mau motretin juga malah, tapi nggak aku bolehin. Alasannya? Ada deeh. Nah berhubung aku malam tahun baru cuma dirumah dan nggak menghasilkan foto apapun, mau nggak bagi foto tahun baru kalian? Kirim saja ke email aku: nabilainas3@gmail.com. Semoga perbuatan baik kamu mendapat balasan yang setimpal. Amin. Huwah lu modus banget sih, Bil? Sudahlah lupakan masalah tugas foto itu, kali aja tetap ada yang mau bantuin. Plaak!

sumber
Apa yang kamu rencanakan di tahun 2016? Apa kamu sudah menyiapkan revolusi di tahun ini? Apa yang akan kamu berikan untuk tahun 2016? Sudah berapa lama kamu hidup dan kamu masih gini-gini saja? Hey guys, let’s move! Move! Huwah sok ‘iyee’ banget ya. Padahal aku sendiri juga belum tahu apa yang mau dilakuin di tahun ini. Tapi yang pasti, aku akan berusaha menjadi lebih baik di tahun ini. Dan tentu saja, lanjut ngejar mimpi aku yang kayaknya jauuh banget, sejauh jarak diantara kita. Tapi aku yakin bisa mencapai itu, yah meskipun kayak yang tadi aku bilang, jauh banget dan kayaknya bakal lama, hiks. Aku tulis mimpi-mimpi dan tujuan yang pengin aku capai, namanya ‘Progress Semangat’. Di tahun 2015, aku sudah berhasil mencapai beberapa terget kecil, jadi di dalam Progress Semangat ada beberapa yang sudah aku coret sebagai tanda kalau target itu sudah berhasil di capai. Meskipun sudah ada yang tercapai, tapi rasanya kurang puas karena itu cuma target-target kecil. Yah, manusia memang nggak ada puasnya ya. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Yosh! Aku percaya aku bisa capai target dan mimpi-mimpi aku. So, akankah 2016 lebih baik dari tahun yang lalu? Cukup sekian paragraf sok bijaksananya, mari kembali ke wujud asli.

sumber
Wahai para pemuda dan pemudi, ini sudah tahun 2016 loh, dan kamu masih saja jomblo? Hahaha SAMA! Yup akhir-akhir ini mulai bermunculan kata-kata yang mengaitkan tahun baru dengan status jomblo. Ya ampun, apa salah para jomblo di muka bumi ini? Mengapa semua ini harus terjadi kepada para jomblo? Hooh nggak habis pikir ya. Tapi jangan khawatir, semua akan jomblo pada waktunya kok. Dan aku cukup menikmati kehidupan sebagai jomblo, masih betah jadi jomblo juga sih. Sebenernya aku nulis ini karena aku lagi bete. Bulan Desember-Januari kan filmnya lagi bagus-bagus, aku pengin nonton, mumpung ada yang ngajak gitu, sekalian temu kangen karena sudah lama nggak ketemu tapi lagi-lagi nggak dibolehin sama Ibu. “Yah, mungkin Ibu punya alasan tersendiri, positif thinking saja”, gitu kata temenku. Ah, ya sudahlah gitu intinya. Nggak tahu ini nge-post apaan. Ah jadi pengin ngemil kalo gini. Sudah ah, makasih sudah baca post absurd ini. Aku cintaaa kaliaaannn semuuua. Plaak!

DUNG: Ekspetasi vs Realita "Kuliah"

Yuhuuu~ sekarang aku sudah jadi mahasiswi loh. Cihee~ mahasiswi baru. Nah sebagai mahasiswi baru, tentu saja banyak hal-hal baru yang aku dapatkan di jenjang perkuliahan. Dan buat kamu-kamu yang belum ngerasain yang namanya kuliah, jangan harap selama kuliah kamu ngalamin kejadian-kejadian penuh drama kayak di sinetron atau FTV. Beneran deh. Sebelum aku kuliah, ekspetasi aku itu “Wah, bentar lagi kuliah. Pasti asyik nih, bisa lebih bebas dibandingin sama sekolah.” Dan ternyata apa kenyataannya? Setelah aku kuliah aku baru tahu kalau kuliah itu nggak seenak yang di sinetron atau FTV.  Kenapa sih televisi Indonesia dipenuhi oleh sinetron?

Kenapa ekspetasi kuliah nggak sesuai dengan kenyataan?  Nih aku kasih tahu yah.
1.      Ekspetasi: Kuliah itu bebas, nggak perlu berangkat pagi, nggak perlu pakai seragam.
Realita: Seminggu aku berangkat selama 5 hari, sama saja kayak sekolah kan? Dan selama 4 hari aku dapat jadwal kuliah pagi. So, tetap aja aku harus berangkat pagi, yah meskipun nggak sepagi waktu masih sekolah. Kuliah nggak sebebas yang dibayangkan. Tiap dosen memiliki peraturan masing-masing dan aku sebagai mahasiswi tentu saja harus mematuhinya. Dan meskipun kuliah nggak pakai seragam, tetap saja ada aturan harus menggunakan kemeja/kaos yang berkerah.

2.      Ekspetasi: Kalau telat nggak masalah, bisa titip absen sama temen.
Realita: Nggak tahu kenapa aku sering banget berangkat pas waktunya udah mepet. Jadi tiap hari pasti gugup. Ruang kelasku ada di lantai 4 dan kampusku nggak ada lift-nya. Alhasil aku harus naik tangga sampai lantai 4. Kebayang kan pegelnya? Dan lupain deh kalau kamu mau jadi mahasiswa siluman yang kerjanya cuma titip tanda tangan kehadiran sama temen. Mendingan jadi mahasiswa baik-baik saja, kalau memang nggak bisa hadir ya tinggal ijin sama dosennya, aman kan? Aku punya dosen yang anti banget sama mahasiswa yang suka titip tandatangan. Tiap selesai mata kuliah beliau selalu manggil mahasiswanya satu persatu, ya semacam absen waktu SMK lah. Dan kalau ada yang ketahuan titip absen, mahasiswa yang titip dan yang dititipin bakal kena sanksi, aku lupa sanksinya apa hehe.

3.      Ekspetasi: Kuliah bebas tugas
Realita: Boro-boro bebas tugas, ada satu mata kuliah yang nggak ada tugas pun sudah bersyukur banget. Dalam seminggu ada 10 mata kuliah, dan tiap mata kuliah hampir selalu ada tugas. Kebanyakan sih tugasnya presentasi dan bikin makalah. Oh my mind my mind.

4.      Ekspetasi: Bakal punya banyak waktu buat nongkrong di Food Court
Realita: Nggak sempat nongkrong, nggak sempat turun kebawah. Dan kampusku cuma punya 1 food court  jadi aku lebih sering makan atau jajan di warung sekitar kampus, itupun kalau kira-kira dosen mata kuliah berikutnya nggak kiler-kiler amat. Hiks aku mah apa atuh cuma mahasiswi kelaparan.

Yah begitulah kira-kira kehidupan kampus, nggak seenak yang dibayangin. Meski begitu, pasti masih banyak kok hal-hal positif yang bakal di dapatin selama kuliah. So, keep fighting!
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS